Senin, 19 Oktober 2015

“Rumah Makan SumSum Sipirok Medan yang MakNyos”


Rumah makan sum-sum sipirok medan merupakan suatu rumah makan yang terletak di kota medan, meskipun namanya sipirok merupakan salah satu daerah diluar kota medan akan tetapi rumah makan tersebut ada dikota. Tidak perlu jauh-jauh ke kota sipirok kini sudah hadir.
Rumah makan sum-sum sipirok ini tidak hanya menyajikan makan sum-sum saja, akan tetapi juga menyajikan aneka makan lainnya, seperti sop sum-sum kerbau merupakan suatu menu andalan mereka, daging bakar super sambal, hidangan pelengkap mereka seperti sayur singkong, dan cabai ranjau yang ia miliki, serta gulai ikan sale juga merupakan menu andalan juga, akan tetapi tidak hanya makan yang dimiliki dari rumah makan sum-sum sipirok ini akan tetapi aneka deseart serta minuman mereka miliki.

Sop Sumsum Sipirok, Sop sumsum maha besar


Sop Sumsum Sipirok, Daging bakar

Sop Sumsum Sipirok, Hidangan pelengkap

Sop Sumsum Sipirok, Gulai ikan sale

Sop Sumsum Sipirok, Es ketimun, mak nyees


Berikut ini merupakan cerita saya ketika saya mengunji tempat ini :
Sop sumsum Sipirok terletak di Jl. Sunggal no. 14. Kami berhenti didepan rumah makan ini yang tempat parkirnya sudah dipenuhi mobil. Masuk kedalam rumah makan ini, merupakan ruangan yang besar dan luas, tanpa penyekat, penuh dengan meja kursi serta kipas angin yang terpasang dilangit-langit. Bagi teman saya, ini adalah kunjungannya yang kedua. Pada kesempatan pertama dia sudah kehabisan sop sumsum karena datang kesorean. Kebetulan hari ini adalah hari sabtu, tidak ada karyawan kantor yang secara mayoritas biasanya menyesaki tempat makan ini. Teman saya langsung memesan sop sumsum dan sop daging yang langsung diantar ke meja kami bersama menu pelengkap lainnya yaitu sepiring ikan teri, daun singkong tumbuk, tumis bunga pepaya, sepiring udang ukuran kecil-kecil banget, lalapan, dan sepiring lagi, menurut tebakan kami, adalah irisan sepotong daging dengan sambal. Ketika sop sumsum dihidangkan, kami kaget luar biasa. Bentuknya adalah sepotong tulang kaki sapi bagian bawah yang ukurannya besar banget, terus dibagian luarnya masih banyak kikil dan daging yang masih menempel ditulang. Disajikan diatas piring dengan kuah sop yang bening, serta dilengkapi dengan pisau untuk mengiris kikil dan daging yang masih menempel pada tulang, serta sedotan untuk menyedot sum-sum yang berada didalam tulang. Sop daging tak kalah hebohnya, yaitu sepiring sop kuah bening hanya berisi potongan daging sapi yang besar-besar, murni tanpa sayuran, hanya ditaburi daun bawang saja. Wah bagaimana menghabiskannya? Hmm rasanya enak banget, daging dan kikil terasa empuk dan lembut, tanpa perlu cape mengunyah. Kuah sopnya terasa murni dan segar, tidak berlemak, bumbunya sederhana tapi pas banget. Tak terasa kuah sop hampir habis tapi masih banyak kikil yang menempel. Kami pun minta tambah kuahnya lagi. Siang siang begini makan sop, peluh pun mengalir deras dari wajah kami. Ruangan yang besar dan luas serta banyaknya kipas angin tidak mampu menolong kami yang basah kuyup oleh keringat kenikmatan. Hmm nyam nyam. Hidangan yang lain tak luput kami coba. Yang pertama adalah ikan teri yaitu ikan teri goreng yang berukuran besar, ditumis bersama sedikit cabe. Rasanya tidak terlalu asin, tidak terlalu pedas, pas lah. Kedua adalah daun singkong tumbuk yang agak berkuah, karena diberi sedikit santan. Rasanya segar dan ringan, karena kuahnya cair, tidak seperti gulai daun singkong buatan RM Padang. Ketiga adalah tumis udang yang ukurannya kecil-kecil banget. Setelah ditanya, rupanya itu adalah udang kecepe. Ditumis dengan cabe dan aneka bumbu tapi tidak ada rasa yang menonjol. Hidangan lain yang tidak kami sentuh dibawa kembali oleh pelayannya. Tapi kemudian pengunjung disamping meja kami berbincang bincang dengan teman saya dan bertanya apakah sudah mencoba hidangan daging bakarnya, karena itu termasuk salah satu hidangan yang paling dicari. Loh yang mana ya, kami pun kebingungan. Oh rupanya yang kami kira adalah irisan daging ikan yang diberi sambal itu rupanya daging sapi yang dibakar lalu dipotong kotak-kotak tipis, lalu diberi sambal. Segera kami pesan kembali sepiring daging bakar, rugi dong kalau tidak dicoba. Rasa hidangan ini seru juga loh yaitu irisan daging sapi bakar yang diberi sambal cabe merah, potongan bawang merah mentah serta air jeruk nipis. Dagingnya empuk tanpa ada rasa bumbu yang menonjol berpadu dengan rasa asam dan pedas, dengan aroma bawang yang kuat. Unik tapi enak, hidangan ini langsung kami habiskan. Sebagai penutup segelas es ketimun yang berwarna hijau langsung menyegarkan tenggorokan kami, mak nyees. Satu lagi keunikan RM ini adalah pemilik RM bertindak sekaligus sebagai kasir, tidak berdiam diri dimeja kasir, melainkan berjalan-jalan memantau meja-meja para pengunjung, sambil memberi perintah langsung kepada anak pelayannya bila ada permintaan dari pengujung, sembari menyapa para pelanggan setianya, sambil membawa segepok uang hasil transaksi pembayaran para pengunjung dimejanya masing-masing. Kami hanya membayar sekitar seratus ribu lebih, karena rupanya sop tulang sumsum yang maha besar itu hanya dihargai Rp 35.000 loh. Fantastis.

Kiranya dengan memberikan sebagian informasi ini kiranya teman-teman yang lain dapat mampir ketempat ini yang tidak jauh dari kota medan dan harganya tidak terlalu mahal dan masih terjangkau. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar