Rumah
makan sum-sum sipirok medan merupakan suatu rumah makan yang terletak di kota
medan, meskipun namanya sipirok merupakan salah satu daerah diluar kota medan
akan tetapi rumah makan tersebut ada dikota. Tidak perlu jauh-jauh ke kota
sipirok kini sudah hadir.
Rumah
makan sum-sum sipirok ini tidak hanya menyajikan makan sum-sum saja, akan
tetapi juga menyajikan aneka makan lainnya, seperti sop sum-sum kerbau merupakan
suatu menu andalan mereka, daging bakar super sambal, hidangan pelengkap mereka
seperti sayur singkong, dan cabai ranjau yang ia miliki, serta gulai ikan sale
juga merupakan menu andalan juga, akan tetapi tidak hanya makan yang dimiliki
dari rumah makan sum-sum sipirok ini akan tetapi aneka deseart serta minuman
mereka miliki.
|
|
|
|
Berikut ini merupakan
cerita saya ketika saya mengunji tempat ini :
Sop sumsum Sipirok terletak di Jl. Sunggal no.
14. Kami berhenti didepan rumah makan ini yang tempat parkirnya sudah dipenuhi
mobil. Masuk kedalam rumah makan ini, merupakan ruangan yang besar dan luas,
tanpa penyekat, penuh dengan meja kursi serta kipas angin yang terpasang dilangit-langit.
Bagi teman saya, ini adalah kunjungannya yang kedua. Pada kesempatan pertama
dia sudah kehabisan sop sumsum karena datang kesorean. Kebetulan hari ini
adalah hari sabtu, tidak ada karyawan kantor yang secara mayoritas biasanya
menyesaki tempat makan ini. Teman saya
langsung memesan sop sumsum dan sop daging yang langsung diantar ke meja kami
bersama menu pelengkap lainnya yaitu sepiring ikan teri, daun singkong tumbuk,
tumis bunga pepaya, sepiring udang ukuran kecil-kecil banget, lalapan, dan
sepiring lagi, menurut tebakan kami, adalah irisan sepotong daging dengan
sambal. Ketika sop sumsum
dihidangkan, kami kaget luar biasa. Bentuknya adalah sepotong tulang kaki sapi
bagian bawah yang ukurannya besar banget, terus dibagian luarnya masih banyak
kikil dan daging yang masih menempel ditulang. Disajikan diatas piring dengan
kuah sop yang bening, serta dilengkapi dengan pisau untuk mengiris kikil dan
daging yang masih menempel pada tulang, serta sedotan untuk menyedot sum-sum
yang berada didalam tulang. Sop
daging tak kalah hebohnya, yaitu sepiring sop kuah bening hanya berisi potongan
daging sapi yang besar-besar, murni tanpa sayuran, hanya ditaburi daun bawang
saja. Wah bagaimana menghabiskannya? Hmm rasanya enak banget, daging dan kikil
terasa empuk dan lembut, tanpa perlu cape mengunyah. Kuah sopnya terasa murni
dan segar, tidak berlemak, bumbunya sederhana tapi pas banget. Tak terasa kuah
sop hampir habis tapi masih banyak kikil yang menempel. Kami pun minta tambah
kuahnya lagi. Siang siang begini makan sop, peluh pun mengalir deras dari wajah
kami. Ruangan yang besar dan luas serta banyaknya kipas angin tidak mampu
menolong kami yang basah kuyup oleh keringat kenikmatan. Hmm nyam nyam. Hidangan yang lain tak luput kami
coba. Yang pertama adalah ikan teri yaitu ikan teri goreng yang berukuran
besar, ditumis bersama sedikit cabe. Rasanya tidak terlalu asin, tidak terlalu
pedas, pas lah. Kedua adalah daun singkong tumbuk yang agak berkuah, karena
diberi sedikit santan. Rasanya segar dan ringan, karena kuahnya cair, tidak
seperti gulai daun singkong buatan RM Padang. Ketiga adalah tumis udang yang
ukurannya kecil-kecil banget. Setelah ditanya, rupanya itu adalah udang kecepe.
Ditumis dengan cabe dan aneka bumbu tapi tidak ada rasa yang menonjol. Hidangan lain yang tidak kami
sentuh dibawa kembali oleh pelayannya. Tapi kemudian pengunjung disamping meja
kami berbincang bincang dengan teman saya dan bertanya apakah sudah mencoba
hidangan daging bakarnya, karena itu termasuk salah satu hidangan yang paling
dicari. Loh yang mana ya, kami pun kebingungan. Oh rupanya yang kami kira
adalah irisan daging ikan yang diberi sambal itu rupanya daging sapi yang
dibakar lalu dipotong kotak-kotak tipis, lalu diberi sambal. Segera kami pesan
kembali sepiring daging bakar, rugi dong kalau tidak dicoba. Rasa hidangan ini
seru juga loh yaitu irisan daging sapi bakar yang diberi sambal cabe merah,
potongan bawang merah mentah serta air jeruk nipis. Dagingnya empuk tanpa ada
rasa bumbu yang menonjol berpadu dengan rasa asam dan pedas, dengan aroma
bawang yang kuat. Unik tapi enak, hidangan ini langsung kami habiskan. Sebagai
penutup segelas es ketimun yang berwarna hijau langsung menyegarkan tenggorokan
kami, mak nyees. Satu lagi keunikan
RM ini adalah pemilik RM bertindak sekaligus sebagai kasir, tidak berdiam diri
dimeja kasir, melainkan berjalan-jalan memantau meja-meja para pengunjung,
sambil memberi perintah langsung kepada anak pelayannya bila ada permintaan
dari pengujung, sembari menyapa para pelanggan setianya, sambil membawa segepok
uang hasil transaksi pembayaran para pengunjung dimejanya masing-masing. Kami
hanya membayar sekitar seratus ribu lebih, karena rupanya sop tulang sumsum
yang maha besar itu hanya dihargai Rp 35.000 loh. Fantastis.
Kiranya dengan memberikan sebagian informasi ini
kiranya teman-teman yang lain dapat mampir ketempat ini yang tidak jauh dari
kota medan dan harganya tidak terlalu mahal dan masih terjangkau.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar